memory 23/01/12 01.00

kisah hidup seorang rubi penuh dengan kerikil.. setiap yang dia lakukan adalah salah dimata orang yang berada disekelilingnya. sejak kecil dia telah dilatih untuk mandiri. dia hidup diantara masalah-masalah yang tak pernah berakhir.. senyumannya mencoba menutupi segala masalahnya tapi air matanya tetap menetes mengungkapkan bahwa hatinya sedang terluka. dia gadis yang sebenarnya lemah namun berpura-pura untuk tegar. dia gadis yang haus akan kasih sayang, namun jauh dari orang tua membuatnya semakin menderita.. dia ingin menyerah, dia ingin meninggalkan semuanya tapi iman di hatinya masih mampu untuk mencegahnya. hanya satu yang membuatnya kuat yaitu wajah kedua orang tuanya yang sangat mengharapkan rubi menjadi orang sukses dan dapat menyekolahkan adik-adiknya kelak.. adakah seorang teman yang bisa meminjamkan pundaknya untuk rubi dapat bersandar sejenak sebelum dia kembali melanjutkan perjalanan panjangnya?????

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasca Postmodernisme: Feminitas Sebagai Alternative Solusi & Titik Temu Antara Islam & Barat

Taqwa & Keadilan: Sosial Sebagai Disposesi

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ILMU DENGAN FILSAFAT